Oplus_16908288
LEBAK Objeknews
Kiprah dan konsistensi King Naga, seorang aktivis senior dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) di Kabupaten Lebak, kian mendapat sorotan publik. Langkahnya yang tanpa kompromi dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah dinilai memberikan warna baru sekaligus menjadi pemantik semangat bagi generasi muda dan aktivis lainnya di Provinsi Banten.
King Naga dikenal sebagai sosok yang vokal dan selalu berada di garis depan dalam menyuarakan hak-hak masyarakat kecil. Kritik tajamnya tidak hanya diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, tetapi juga menyasar kebijakan strategis Penjabat Gubernur Banten saat ini, Andra Soni, terutama terkait isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
Fokus pada Infrastruktur Jalan dan Rumah Tidak Layak Huni
Dalam berbagai aksi orasi dan advokasinya, King Naga konsisten menyoroti lambatnya penyelesaian infrastruktur di Lebak. Menurutnya, pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Lebak hingga saat ini belum rampung seratus persen, bahkan masih banyak titik jalan yang kondisinya rusak parah dan menghambat roda perekonomian warga.
“Pembangunan itu harus dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat bawah. Kita tidak bisa diam melihat
jalan-jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga masih rusak dan terabaikan,” ujar King Naga dalam salah satu orasinya baru-baru ini.
Bukan hanya persoalan infrastruktur fisik, isu sosial juga menjadi fokus utama pergerakannya. Ia menyoroti masih banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di pelosok Kabupaten Lebak. King Naga mendesak Bupati Lebak beserta jajarannya untuk turun langsung ke lapangan guna meninjau dan memberikan bantuan nyata bagi warga yang tinggal di hunian yang tidak manusiawi tersebut.
Ajakan Kolaborasi untuk Pemuda dan Elemen Masyarakat
Melihat tantangan daerah yang begitu kompleks, King Naga juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda di Kabupaten Lebak, untuk tidak bersikap apatis. Ia mendorong para pemuda untuk mengasah daya kritis terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Ia menegaskan bahwa fungsi kontrol sosial dari masyarakat—terutama pemuda—sangat mutlak diperlukan agar jalannya roda pemerintahan tetap berpihak pada kepentingan publik, bukan kepentingan segelintir kelompok.
Langkah konsisten yang ditunjukkan oleh King Naga bersama LSM GMBI ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi pembangunan di Kabupaten Lebak, sekaligus memastikan bahwa anggaran dan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Lebak.
RED KDS
