Oplus_16908288
LEBAK Objeknews
Masyarakat Kampung Nanggewer, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, mulai mempertanyakan kejelasan rencana relokasi pemukiman mereka kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak. Pasalnya, rencana yang sudah bergulir selama bertahun-tahun tersebut hingga kini belum menemui titik terang atau keputusan pasti.
Warga yang membayangi ketakutan akan terjadinya bencana longsor susulan, mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Cijengkol untuk lebih agresif memperjuangkan nasib mereka. Rasa trauma dan kekhawatiran yang mendalam membuat warga menuntut aksi nyata dari pihak-pihak terkait.
Respons Pemerintah Desa Cijengkol Menanggapi desakan dan keluhan warga, Sekretaris Desa (Sekdes) Cijengkol, Yogi, angkat bicara. Kepada media, Yogi menjelaskan bahwa pihak Pemdes tidak tinggal diam dan sudah menempuh jalur birokrasi yang diperlukan.
“Kami dari pihak desa sebenarnya sudah melayangkan proposal pengajuan relokasi. Bahkan, kami juga sudah menerima surat jawaban dari pihak Pemerintah Kabupaten Lebak. Namun, sangat disayangkan sampai detik ini realisasi di lapangan masih nihil,” ujar Yogi.
Harapan Adanya Dorongan dari pihak Kecamatan Cilograng Tatang Sukmana SKM.M.S.i. dan Dewan Provinsi untuk memperkuat harusnya di relokasi karena sering terjadi pergeseran tanah dan longsor dengan ini camat Cilograng mendorong dan akan di kawal smpai bisa di relokasi .
Mengingat mandeknya proses realisasi di tingkat kabupaten, Pemdes Cijengkol berharap adanya intervensi dan dukungan dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi. Pihak desa meminta Pemerintah Kecamatan Cilograng untuk turut aktif mengawal dan mendorong percepatan proyek relokasi ini ke dinas terkait.
Selain itu, Pemdes Cijengkol juga berencana atau berharap bisa melakukan koordinasi dan konfirmasi langsung kepada anggota DPRD Provinsi Banten. Dukungan politik dan pengawasan dari dewan provinsi dinilai sangat krusial agar aspirasi masyarakat Kampung Nanggewer yang dihantui ancaman longsor ini bisa segera terealisasi demi keselamatan bersama.
Sampai berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari Dinas PU Kabupaten Lebak agar wilayah mereka segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Red .Agus.
