TASIKMALAYA Objeknews
Koperasi Prakarsa Mitra Mulya yang berlokasi di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terus membuktikan komitmennya dalam merangkul dan membina para petani ternak lokal. Sejak berdiri pada tahun 2018 hingga sekarang, koperasi ini tetap berdiri kokoh menjaga sinergi dengan kelompok ternak demi menjaga roda perekonomian daerah.
Meski konsisten berjalan, koperasi ini kini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kapasitas produksi susu harian. Pihak koperasi sangat mengharapkan perhatian dan uluran tangan dari Kementerian Koperasi serta pemerintah pusat.

Ketua Koperasi Prakarsa Mitra Mulya, Ani Rusdani, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya mengirimkan proposal permohonan bantuan kepada pemerintah pusat. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban atau tindak lanjut atas pengajuan tersebut.
Kami sangat memohon kepada Kementerian Koperasi dan pemerintah pusat agar bisa membantu kami. Pengajuan berupa proposal sudah kami kirimkan, tapi sampai sekarang kami masih menunggu jawaban,” ujar Ani Rusdani.
Menurut Ani, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan jumlah hewan ternak. Saat ini, koperasi baru mampu mengumpulkan produksi susu rata-rata sebesar 2.750 liter per hari. Angka ini masih jauh dari target minimal pendapatan susu koperasi yang dipatok sebesar 5.000 liter per hari.
Untuk menutup selisih target tersebut, Koperasi Prakarsa Mitra Mulya sangat membutuhkan penambahan populasi sapi perah. Saat ini, mereka mengalami kekurangan sekitar 250 ekor sapi.
Kebutuhan susu kami masih sangat kurang. Jika kami bisa mendapatkan bantuan tambahan kekurangan 250 ekor sapi tersebut, sehingga totalnya menjadi 500 ekor, kami optimis target produksi 5.000 liter susu per hari pasti akan tercapai sesuai harapan,” tambah Ani rusdani.
Dukungan nyata dari pemerintah pusat dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan koperasi ini. Bantuan modal atau hibah sapi perah tidak hanya akan menyelamatkan target produksi koperasi, tetapi juga langsung berdampak pada kesejahteraan para petani ternak di Pagerageung, Tasikmalaya.
Red team
