Oplus_16908288
LEBAK Objeknews
Harapan baru tengah merekah di dada masyarakat Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Pasca dilantiknya Sugianto sebagai Kepala Desa melalui proses Pemilihan Antar Waktu (PAW), angin segar perubahan mulai dirasakan oleh warga di wilayah selatan Lebak ini.
Bagi sebagian besar masyarakat pamumulan , nama Sugianto bukanlah sosok yang asing. Jauh sebelum mengenakan seragam dinas kepala desa, ia telah lama dikenal sebagai seorang aktivis sejati. Rekam jejaknya di lapangan dalam menyuarakan hak-hak masyarakat, mengawal isu sosial, serta menjembatani aspirasi warga bawah menjadikannya figur yang sangat dekat di hati masyarakat.
Dari Jalanan Perjuangan Menuju Kursi Kepemimpinan
Transisi Sugianto dari seorang aktivis pergerakan menjadi seorang birokrat desa dipandang banyak pihak sebagai langkah taktis yang tepat. Sebagai aktivis, ia terbiasa melihat persoalan secara langsung di akar rumput. Kini, dengan kewenangan sebagai kepala desa, ia memiliki ruang yang lebih luas untuk langsung mengeksekusi solusi atas masalah-masalah tersebut.
Masyarakat menaruh harapan yang sangat besar di pundak beliau. Ada keyakinan kuat bahwa di bawah kepemimpinannya, Desa Pamubulan akan melangkah ke arah yang jauh lebih baik, transparan, dan berpihak pada kemaslahatan warga.
“Kami sudah tahu betul bagaimana perjuangan Pak Sugianto sejak dulu. Sosialnya tinggi dan kalau ada warga yang butuh bantuan, beliau selalu cepat merespons tanpa pandang bulu,” ujar salah seorang warga Pamubulan yang menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini.
Pemimpin yang Responsif dan Berjiwa Sosial Tinggi
Salah satu modal sosial terbesar Sugianto adalah kepeduliannya yang konkret. Karakteristik “selalu merespons” keluhan warga kini menjadi gaya kepemimpinan baru di kantor desa. Respons cepat (quick response) terhadap masalah sosial, infrastruktur, maupun administratif menjadi prioritas yang dinanti-nanti masyarakat.
Kepemimpinan dengan latar belakang aktivis dinilai akan membawa gaya kepemimpinan yang lebih partisipatif. Sugianto diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga pelaku usaha lokal—untuk bersama-sama membangun Pamubulan.
Tantangan di depan tentu tidak mudah, mulai dari optimalisasi potensi desa hingga peningkatan kesejahteraan warga di sektor pertanian dan pariwisata lokal. Namun, dengan integritas yang telah teruji saat menjadi aktivis, masyarakat optimistis Desa Pamubulan di bawah nakhoda Sugianto akan segera berlayar menuju kemajuan yang nyata.
Red .
