Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai obrolan hangat bersama Kepala Desa Karyamukti kecamatan Banyuresmi kabupaten Garut jabar , yang akrab disapa Wa Enjah. Sosok pemimpin desa yang juga aktif di media sosial dengan akun populer “APRAK” ini membagikan kisah hidupnya yang penuh warna, mulai dari masa lalu yang kelam hingga kini sukses memimpin masyarakat.
Dalam obrolan santai tersebut, Wa Enjah tidak sungkan membuka lembaran lama perjalanan hidupnya. Baginya, masa lalu yang pahit dan kelam bukanlah hal yang harus terus ditutupi, melainkan diubah menjadi guru terbaik untuk melangkah ke arah yang lebih baik.
“Setiap orang punya masa lalu. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan itu untuk membangun masa depan yang lebih cerah,” ujar Wa Enjah dengan gaya bicaranya yang khas dan merakyat.
Ia menekankan bahwa kisah perjalanan hidupnya sengaja dibagikan bukan untuk pamer, melainkan sebagai peringatan dan patokan bagi generasi muda saat ini, khususnya anak-anak muda di Desa Karyamukti. Di tengah tantangan zaman yang semakin berat, ia ingin anak-anak muda tidak terjerumus ke dalam lingkaran hitam yang merugikan masa depan mereka.
“Pengalaman pahit saya dulu harus jadi benteng buat anak-anak sekarang. Jangan sampai mereka melewati jalan terjal yang sama. Anak muda sekarang harus punya mimpi besar, fokus belajar, kreatif, dan menjauhi hal-hal negatif,” tambahnya.
Melalui akun media sosialnya, APRAK, Wa Enjah juga kerap menyisipkan pesan-pesan edukatif yang dibalut dengan humor dan kearifan lokal agar lebih mudah diterima oleh kalangan milenial dan Gen Z.
Obrolan penuh makna ini diharapkan dapat memotivasi para pemuda desa untuk terus berbenah diri. Sosok Wa Enjah membuktikan bahwa perubahan nyata selalu dimulai dari niat yang kuat, dan siapapun berhak memiliki masa depan yang gemilang tanpa harus terpenjara oleh masa lalunya.