Oplus_16908288
TASIKMALAYA Objeknews
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan yang berlokasi di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah. Lembaga nonformal ini berharap adanya bantuan pembangunan tempat belajar atau gedung sekolah yang representatif guna menunjang proses belajar mengajar bagi anak-anak putus sekolah.
Selama ini, PKBM Harapan telah menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan masa depan anak bangsa yang kehilangan akses pendidikan formal di wilayah Tasikmalaya. Ketua PKBM harapan bukan dari kalangan kaya bahkan beliau menghibahkan satu rumah untuk belajar sungguh Mulya perjuangan ibu An,an Yuliati Sip

Ketua PKBM Harapan, Ibu An,an Yuliati Sip. mengungkapkan bahwa warga belajar yang menimba ilmu di lembaga di bawah naungan Yayasan Gria Harapan Maju ini mayoritas berasal dari kalangan anak-anak yang kurang beruntung, termasuk anak-anak terlantar hingga mereka yang pernah bersentuhan dengan hukum.korban perceraian ,bukan hanya belajar saja tetapi ada teromahiling dan hipnoterapi
“PKBM Harapan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Mereka yang belajar di sini adalah anak-anak yang putus sekolah, anak terlantar, bahkan ada yang pernah bermasalah dengan hukum. Kami merangkul mereka agar tetap memiliki masa depan yang cerah,” ujar Ibu Aan.
Mengingat pentingnya misi sosial dan pendidikan yang diemban, Ibu Aan menilai PKBM Harapan sudah sangat layak untuk memiliki fasilitas gedung sendiri. Terlebih, kendala utama mengenai lahan saat ini sudah teratasi. Pihak yayasan menegaskan bahwa tanah untuk lokasi pembangunan sudah tersedia dan siap diwakafkan demi kepentingan pendidikan.
Melalui momentum ini, pihak Yayasan Gria Harapan Maju dan PKBM Harapan secara terbuka menyampaikan aspirasi mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi/KDM). Mereka berharap orang nomor satu di Jawa Barat tersebut berkenan memberikan perhatian khusus dan meninjau langsung kondisi di lapangan.
“Kami sangat berharap Bapak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, bisa datang melakukan survei langsung ke Yayasan Gria Harapan Maju di Singaparna, Tasikmalaya,” tutur pihak yayasan.
Ibu Aan juga mengingatkan kembali esensi penting dari gotong royong dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak saja.
“Pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab individu atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab kita bersama antara masyarakat dan pemerintah. Semoga ikhtiar kami untuk menyediakan tempat belajar yang layak bagi anak-anak ini mendapat respons positif dari Bapak Gubernur,”Jawa barat pungkasnya.
Red team
