Oplus_16908288
TASIKMALAYA Objeknews
puluhan pengusaha mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM) pengolahan kayu di Kabupaten Tasikmalaya menjerit. Keberadaan pabrik palet berskala besar membuat mereka kesulitan mendapatkan bahan baku kayu Albasia (jengjen).
Salah satu keluhan datang dari H.UJ. pemilik usaha gesekan (penggergajian) kayu di Ciponyo, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengaku kini terancam gulung tikar karena kalah bersaing modal dengan perusahaan palet.
“Kami pengusaha kecil seperti tidak kebagian kayu Albasia lagi. Daya beli kami kalah jauh dibanding perusahaan pabrik palet yang berani membeli bahan baku dengan modal besar,” keluh Ujang.
Menurutnya, pasokan kayu Albasia lokal kini hampir seluruhnya tersedot ke pabrik-pabrik palet tersebut. Dampaknya, para pengrajin dan pengusaha gesekan lokal kesulitan berproduksi karena kehabisan bahan baku.
Kondisi ini membuat para pelaku UKM mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk segera turun tangan. Mereka berharap pemerintah daerah mengeluarkan regulasi atau solusi nyata agar kuota bahan baku kayu untuk pengusaha mikro tetap terjaga, sehingga roda ekonomi masyarakat bawah tidak mati total.
Red
