TASIKMALAYA Objeknews
Dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa yang menyeret oknum Kepala Desa Sukamukti, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, kini tengah memasuki tahap penyelidikan oleh aparat penegak hukum. Kasus ini pun mendapat perhatian serius dan sorotan tajam dari praktisi hukum serta aktivis kemasyarakatan.
Pakar hukum sekaligus aktivis Tasikmalaya, Saferi Effendi, S.H., M.M.E., angkat bicara dan mendesak pihak kepolisian beserta pemerintah daerah untuk menangani kasus ini secara sungguh-sungguh, transparan, dan profesional.
“Anggaran Dana Desa merupakan uang rakyat yang dialokasikan dari negara demi kesejahteraan masyarakat desa. Ketika timbul dugaan penyelewengan, aparat penegak hukum harus bertindak cepat, tegas, dan tidak boleh main-main,” tegas Saferi Effendi SH.M.ME,saat memberikan keterangannya.kepada awak media
Ia menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik selama proses hukum berlangsung. Menurutnya, masyarakat Desa Sukamukti saat ini sangat menantikan kejelasan dan transparansi dari kepolisian serta instansi pemerintah terkait mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
“Masyarakat menunggu ketransparanan dari pemerintah dan kepolisian. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau penanganan yang lambat, karena hal ini menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” lanjutnya.
Saferi juga mengimbau agar para penyidik bekerja dengan baik secara objektif dan akuntabel demi menegakkan keadilan serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
masyarakat sangat menginginkan oknum kepala desa nya mengundurkan diri secara terhormat jika tidak maka masyarakat desa Sukamukti akan adakan aksi besar besaran dan kami ingatkan kepada pihak kepolisian harus terbuka dan transparansi ke publik agar masyarakat tau yang sebenarnya .
“Penyidik harus memberikan yang terbaik dalam menangani proses hukum oknum Kades ini. Bekerjalah secara profesional tanpa intervensi dari pihak manapun, sebab yang dikelola ini adalah uang negara,” di desa banyak yang harus di Lidik oleh pihak kepolisian polres Tasik 1 bumdes 2.ketahanan pangan .3 dana desa dan yang lainnya itu menyangkut uang rakyat maka dari itu harus transparansi dan angkutabel pungkas Saferi dengan nada tegas.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan oleh pihak berwenang masih terus berjalan untuk mendalami bukti-bukti serta menghitung potensi kerugian negara yang ditimbulkan.oleh oknum aparat desa
Red
